Hey, Today Is My Birthday !!!

I felt a bit dizzy when I woke up this morning, cause I slept about 1 a.m last night.

Beep Beep

My phone was winging loudly right above my head. One mew message.

Beep Beep . Two messages

And then, another beep beep was ringing continuously, and after 10 minutes I was realized; HEY TODAY IS MY BIRTHDAY !!!

And yeah, finally I’m 16.

Then, I opened up some accounts; facebook, twitter, skype and found hundreds of greetings and gorgeous birthday wishes ..
In French, English, Bahasa Indonesia, Deutsch, Spanish, and Italian from all of my friends depends on their own mother language.
I love them all and overall I love today, something called my day.

Then, at school, I got a little surprise from my friend. They yelled loudly and sang “Happy Birthday, Bila! Happy Birthday!” and for sure they didn’t forget to beg such a little treat for lunch 😀

And in the evening, I got my special dinner with hot shitake mushroom pizza with my family! 🙂

Oh God, I wish today will be happened on this whole year, This happiness, all these surprises, all love that spread all day long .

At the end, hope that I can be better in this sweet 16.

 

Regards,

 

Bila

Advertisements

Puisi: Sajak Palsu – Agus R. Sarjono

Puisi ini sebenarnya sederhana. Kata-katanya tidak terlalu banyak metafor-metafor membingungkan atau kata kiasan yang tak lazim namun menjadi khas seorang sastrawan. Sebenarnya puisi ini sederhana, sangat sederhana.

Namun, bagi saya pribadi makna yang coba diungkapkan oleh penulis puisi ini lebih dari apapun. Disaat kondidi negeri ini tengah carut-marut dan penuh dengan sederet kepalsua yang tak henti diberitakan seluruh media massa -cetak atau elektronik- gencar memberitakan hal yang sama; korupsi, suap, money politic, money laundry dan segenap sanak familinya yang identik dengan kata palsu dan kebohongan. Dan, setelah 16 tahun berlalu, puisi ini pun saya temukan. Terlambat mungkin, namun saya tidak peduli karena sastra tak peduli akan waktu untuk dinikmati dan direnungkan oleh siapa saja.

Maka, nikmati dan renungkan puisi berikut 🙂

PS: -Road to FLS2N- Then, enjoy:)

***

SAJAK PALSU

Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah
dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar
sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di  akhir sekolah
mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka
yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah
mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru
untuk menyerahkan amplop berisi perhatian
dan rasa hormat palsu. Sambil tersipu palsu
dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru
dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu
untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan
nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah
demi masa sekolah berlalu, merekapun lahir
sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu,
ahli pertanian palsu, insinyur palsu.
Sebagian menjadi guru, ilmuwan
atau seniman palsu. Dengan gairah tinggi
mereka  menghambur ke tengah pembangunan palsu
dengan ekonomi palsu sebagai panglima
palsu. Mereka saksikan
ramainya perniagaan palsu dengan ekspor
dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan
berbagai barang kelontong kualitas palsu.
Dan bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus
dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga
pinjaman dengan ijin dan surat palsu kepada bank negeri
yang dijaga pejabat-pejabat palsu. Masyarakatpun berniaga
dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu. Maka
uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu
sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis
yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam
nasib buruk palsu. Lalu orang-orang palsu
meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan
gagasan-gagasan palsu di tengah seminar
dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya
demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring
dan palsu.

Agus R. Sarjono (1998)